Beberapa hari yang lalu saya diberitahu oleh Berci (via twitter) tentang rencananya membuat sebuah perkakas yang memungkinkan para dokter untuk mendapatkan informasi kedokteran dari satu tempat. Dan kemarin akhirnya dia membukanya untuk umumPeRSSonalized Medicine.

Perssonalized MedicinePeRSSonalized Medicine ialah sebuah agregator yang menarik informasi dari umpan-umpan (feed) penyedia informasi kedokteran (jurnal, blog, berita kedokteran, hingga multimedia yang berhubungan dengan kedokteran) dan menyajikannya jadi satu. Namanya juga ‘personalized‘, Anda bisa menyesuaikan informasi mana saja yang ingin Anda lihat dengan menyembunyikan umpan dari sumber tertentu. Misalnya Anda tidak ingin mengikuti entri NEJM terbaru, centang saja dan kolom NEJM akan disembunyikan. Mendengar namanya tadinya saya pikir bisa dipersonalisasikan lebih dari itu. Misal: memilih topik-topik, tag, kata kunci atau disiplin ilmu tertentu saja.

Read the rest of this entry »

Jan
04
Filed Under (review) by huda on 04-01-2009 and tagged , ,

Selamat tahun baru 2009!

Di awal tahun 2009, Jason Bhan, MD– co-founder Ozmosis menulis sebuah artikel tentang tren social media di dunia kesehatan. Beliau membaginya dari dua sudut pandang: penyedia layanan kesehatan dan konsumen kesehatan. Ini sekedar saduran ulang dari artikel tersebut dan di akhir artikelĀ  ini saya sedikit membandingkan dengan situasi di Indonesia.

Read the rest of this entry »

Des
05
Filed Under (Jurnal) by huda on 05-12-2008 and tagged , , ,

Beberapa bulan lalu pubmed secara resmi mengindeks JoVe, Journal of Visualized Experiment–sebuah jurnal jenis baru yang mengedepankan visualisasi eksperimen menggunakan audio visual. Ini merupakan titik tolak atau era baru di mana dunia ilmiah menerima jenis komunikasi yang tidak konvensional dalam mempublikasikan karya-karya penelitian.

Ketika sebuah jurnal ilmiah bermigrasi dari versi cetak ke versi daring (online) ataupun sekedar menambah ketersediaannya di web, ia memperoleh satu kekuatan yakni kemudahan akses terhadap pembaca. Namun keuntungan lainnya yang tidak disadari oleh semua jurnal ialah kemampuan untuk menembus batas-batas yang selama ini dirasakan oleh media cetak. Beberapa jurnal besar menambahkan konten-konten multimedia khusus di versi daringnya (video, podcast, berkas power point). Namun sebagian jurnal masih hanya menyalin seluruh teks & gambar ke dalam halaman web.

Dengan adanya JoVe ini diharapkan lebih banyak para ilmuwan yang terdorong untuk menciptakan karya-karya ilmiah disertai dengan multimedia. Mudah-mudahan juga jurnal-jurnal lain juga segera merambah media ini.

Di masa kampanye pemilu Amerika Serikat yang lalu, Google memposisikan dirinya di lini depan sebagai penyaji data prakiraan hasil pemilu dengan menggunakan data statistik pencarian mereka sendiri. Hal ini berangkat dari ide bahwa semakin banyak kueri pencarian yang berkaitan dengan salah satu kandidat, berarti semakin besar juga orang yang akan memilih kandidat tersebut dalam pemilu. Kini setelah pemilu telah usai, Google kembali menghadirkan model yang serupa, kali ini berkaitan flu, Google Flu Trends.

Tim Google menemukan bahwa kueri pencarian tertentu menjadi sangat populer pada waktu musim flu setiap tahunnya. Mereka membandingkan data pencarian ini dengan data yang dikumpulkan oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Amerika dan menemukan hubungan yang sangat erat antara frekuensi pencarian dengan jumlah orang yang mengalami penyakit seperti flu (flu like illness) setiap minggunya. Dengan begitu, jika kita mengetahui berapa jumlah pencarian yang berkaitan dengan flu, kita bisa menggunakan data tersebut untuk memperkirakan jumlah orang yang terserang flu.

Ini penemuan yang sangat menakjubkan di bidang epidemiologi. Bahkan, data pencarian seperti itu bisa didapatkan dua minggu lebih cepat dari data surveilance CDC. Hal ini berarti, model seperti ini dapat digunakan sebagai alat deteksi dini terhadap wabah penyakit. Deteksi dini terhadap wabah suatu penyakit dapat mengurangi jumlah orang yang terjangkit penyakit tersebut. Tentu saja hal tersebut dapat menekan kerugian yang ditimbulkan akibat biaya pengobatan serta produktifitas yang menurun karena penyakit.

Read the rest of this entry »

Nop
14
Filed Under (Uncategorized) by huda on 14-11-2008

Setelah hiatus sekian lama di blog utama saya, saya meluncurkan satu blog lagi, bersamaan dengan uji coba layanan bloghost di MediSains.com, yang rencananya akan saya jadikan tempat menginangkan blog-blog kedokteran bagi komunitas kedokteran di Indonesia serta sebuah jejaring sosial kedokteran.

Selain itu, alasan saya untuk membuat blog baru ini ialah untuk mempersempit topik pembicaraan di blog saya. Sangat menarik memang untuk menulis semua hal yang kita gemari. Namun tidak semua pengunjung menyukai semua bidang yang kita tulis. Menyandingkan artikel-artikel tentang pengembangan web dengan
kedokteran dan guratan-guratan pribadi ternyata bukan ide yang baik.

Insya Allah blog ini akan menjadi niche specific blog. Masih akan saya masukkan topik-topik tentang web & teknologi, namun akan lebih saya fokuskan dengan yang berhubungan dengan kedokteran, kesehatan, medicine 2.0, dan sebagainya.

Sampai jumpa di tulisan saya yang berikutnya!