Just another MediSains weblog
Selamat tahun baru 2009!
Di awal tahun 2009, Jason Bhan, MD– co-founder Ozmosis menulis sebuah artikel tentang tren social media di dunia kesehatan. Beliau membaginya dari dua sudut pandang: penyedia layanan kesehatan dan konsumen kesehatan. Ini sekedar saduran ulang dari artikel tersebut dan di akhir artikelĀ ini saya sedikit membandingkan dengan situasi di Indonesia.
Dari sisi pelaku/penyedia layanan kesehatan (terutama dokter)
Dari sisi konsumen
Mari kita lihat keadaan di negeri kita
Berbicara mengenai kolaborasi para dokter di dunia maya di Indonesia, media yang sering digunakan ialah mailing list dan bulletin board/forum. Akankah tahun 2009 ini menjadi tahun di mana jejaring sosial profesi mulai aktif digunakan, dan akankah terjadi pergeseran konsenterasi interaksi ke situ? Bagi pembaca yang mempunyai visi, mohon tanggapannya.
Bagaimana dengan pesan instan atau microblog? Masih sangat sedikit dokter yang mengenal microblog. Sepertinya yang satu ini di tahun 2009 masih akan dianggap sebagai ‘pengganggu’ bagi kebanyakan dokter. Di Indonesia saat ini terjadi demam plurk. Aktivitas para dokter di Indonesia di sana pun lumayan tinggi namun belum ada pendayagunaan alat tersebut untuk tujuan kedokteran seperti misalnya konsultasi dengan sejawat. Padahal fitur balasan pesan yang membentuk alur diskusi di situ cukup potensial digunakan sebagai wadah diskusi.
Mobile industry di Indonesia tumbuh pesat. Perang tarif unlimited data plan dengan teknologi 3G antar operator merupakan suatu keuntungan tersendiri (walaupun di satu sisi juga akhirnya menurunkan kualitas layanan). Para dokter yang berpendidikan pastilah bukan golongan yang tertinggal dalam hal ini, bahkan cukup antusias. Penerapan aplikasi bergerak memang sangat menguntungkan dan membantu para dokter. Jika Anda tertarik, blog dr. Dani Iswara bisa menjadi referensi yang cukup lengkap tentang segala hal yang berhubungan dengan mobile gadget & dokter.
Penelitian di situs-situs jejaring kesehatan? Sayangnya belum ada situs jejaring pasien lokal di Indonesia di mana terjadi konsenterasi sampel untuk kasus-kasus spesifik. Penelitian melalui angket-angket yang disebarkan melalui milis dan forum pernah saya jumpai, namun masih seputar penerapan internet dalam dunia kedokteran. Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat saat ini sudah memungkinkan untuk dilakukan.
Praktik polling/review terhadap dokter tertentu oleh pasien saat ini belum diterapkan di Indonesia. Masalahnya cukup kompleks di sini, berkaitan dengan etika, potensi untuk terjadinya pembunuhan karakter, dan sebagainya. Bagi yang sangat paham dengan hal yang cukup sensitif ini, mohon masukannya di kolom komentar. Namun di tahun ini sepertinya akan lebih banyak dokter yang mulai membangun personal branding di dunia maya, dengan berbagai cara seperti lewat blog pribadi atau ikut berpartisipasi dalam forum diskusi/konsultasi umum. Membuat profil di situs jejaring profesi juga sepertinya akan menjadi sebuah alternatif.
Masih ada beberapa hal yang saya tinggalkan saja sebagai pertanyaan :p.
Bagaimana kira-kira pola konsumen kesehatan dalam usaha self-medication dengan informasi dari internet? Mencari secara serampangan lewat mesin pencari? mencari dari jurnal-jurnal ilmiah? bertanya secara langsung di forum diskusi/konsultasi?
Mana yang akan lebih besar terjadi di dunia maya? Transfer of knowledge dari dokter ke konsumen, ataukah transfer of knowledge/experience sesama pasien?
makasi apresiasinya, hud
saya kan cuman pemula yg modal nulis thok..
tp enaknya dari tulisan di blog orang kedokteran sekelas huda, kita bs belajar banyak..gratis lg..
kl dari status blog milik dokter, saya pribadi melihat sekilas memang ada banyak blog dokter yg baru & berkualitas..hayoo siapa yg mau survei..ntah dg catatan di bloglines kesehatan yg saya open-kan kmrn dl dah ada brp jmlnya skrg..
microblogging memang pengganggu..ngagguin aktivitas blogging sblmnya aja..
kl pasien makin pinter, lama waktu konsultasi mungkin bs berkurang..
kl konsultasi tatap muka kurang memuaskan pasien, dokter tinggal ngasi link web/blog pribadinya ![]()
lepas dari tetek bengek inet yg terbatas..
biarlah konsumen makin dekat dgn dokter walau baru via web..
bagi sebagian dokter, web, blog dll mungkin masih jd mainan baru, perlu proses lg utk pemelajarannya..
kl ngga salah, jumlah online health seeker memang cenderung bertambah, tinggal gemana sejawat dokter menghadapi fenomena tsb
ah..ternyata blog memang bs jd branding personal ya..jd dokter ngiklan di blog dong
..[walau blm sampe nyantumin alamat, jam praktik, no. hp, form registrasi pasien, dll]
hud, di single post kok masi ada read more..hayoo..
wah. Baru ngeh ik soal read more itu. Ini aku donlot theme pack. Jadi asal pake aja. Gak sempet ngulik2 dulu.
Soal iklan. Iya juga, ini bisa bersinggungan dengan etika juga. Bagaimana menurut dokter Dani soal dokter yg majang alamat praktek di web? Dapat diterimakah?
Sebenernya saya ingin menggunakan medisains ini utk agregasi info2 seperti itu. Misal direktori pelayanan kesehatan, termasuk tempat2 praktek pribadi yg diambil dari profil masing2 (optional tentunya).
MicroBlog jangan diadukan dengan blog lah. Anggap aja ini walkiei-talkie yg bisa ditag. Twitter sekarang udah kayak arus informasi yg ngalir deras. Sayang masih sedikit dokter yg di sana.
Perkenankan saya berpartisipasi menjawab pertanyaan yg ditinggal
1. Pola konsumen kesehatan dalam usaha self-medication.
Prediksi:
Sebagian besar awam mencari lewat search engine (almost Google) kemudian forum diskusi/konsultasi dan terakhir jurnal ilmiah.
2. Transfer of knowledge/experience sesama pasien/konsumen akan lebih besar (secara kuantitas) dibandinga transfer of knowledge dari dokter ke konsumen.
sebenernya info praktik dokter itu sangat membantu pasien tho hud…cmiiw
di klikdokter dot com malah sdh termuat data pribadi dokter yg terdaftar di IDI walau blm lengkap dgn alamat praktik yg terisi
trus ada situs/web/blog yg memuat alamat praktik dokter obsgyn perempuan buat pasien muslim..masih ada ngga ya..googling aja..”alamat praktik dokter” ato “alamat praktek dokter”
di bbrp situs rumah sakit jg kadang ada no hp dokternya kan
jd, kapan alamat praktik dokter muncul di situs barisan iklan gratis ?
(daniiswara dot net/2008/12/14/loncat-pikir-internet-lisensi-praktik-dokter-linux/)
tombol submit jg ngga keliatan kl disable image :p
mungkin karena tidak semua orang tahu situs2 para dokter atau situs2 kesehatan lainnya -seperti saya- biasanya pertama kali yang dilakukan adalah tanya om google
Salam kenal Dok…Saya jadi kelihatan seperti dak tahu apa2….makasih Dok..info yg bagus
@qimindra
Salam kenal juga. ![]()
Maaf, saya blm jadi dokter
@Agus M.
dr. agus mutamakin [?]
yg ramalan #1 sekiranya sesuai dgn pertumbuhan jumlah health seeker survei di luaran itu
yg #2 alasannya apa ya..penetrasi dokter dan provider kedeokteran di dunia internet kurang? kalah cepet amat pemelajaran konsumen??
[buat huda, mungkin bs mail/forward pertanyaanku ini ke mas agus m., please]
tq ya