<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Huda's Blog</title>
	<atom:link href="http://huda.medisains.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://huda.medisains.com</link>
	<description>Just another MediSains weblog</description>
	<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 17:47:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>PeRSSonalized Medicine&#8211;Agregator Informasi Kedokteran yang Dapat Disesuaikan</title>
		<link>http://huda.medisains.com/2009/02/01/perssonalized-medicine-agregator-informasi-kedokteran-yang-dapat-disesuaikan/</link>
		<comments>http://huda.medisains.com/2009/02/01/perssonalized-medicine-agregator-informasi-kedokteran-yang-dapat-disesuaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 17:47:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huda.medisains.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya diberitahu oleh Berci (via twitter) tentang rencananya membuat sebuah perkakas yang memungkinkan para dokter untuk mendapatkan informasi kedokteran dari satu tempat. Dan kemarin akhirnya dia membukanya untuk umum&#8211;PeRSSonalized Medicine.
PeRSSonalized Medicine ialah sebuah agregator yang menarik informasi dari umpan-umpan (feed) penyedia informasi kedokteran (jurnal, blog, berita kedokteran, hingga multimedia yang berhubungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu saya diberitahu oleh Berci (via twitter) tentang rencananya membuat sebuah perkakas yang memungkinkan para dokter untuk mendapatkan informasi kedokteran dari satu tempat. Dan kemarin akhirnya dia <a href="http://scienceroll.com/2009/01/31/perssonalized-medicine-a-free-tool-to-track-medical-information/">membukanya untuk umum</a>&#8211;<a href="http://www.webicina.com/rss_feeds/">PeRSSonalized Medicine</a>.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-21" src="http://huda.medisains.com/files/2009/02/perssonalized-300x186.png" alt="Perssonalized Medicine" width="300" height="186" />PeRSSonalized Medicine ialah sebuah agregator yang menarik informasi dari umpan-umpan (<em>feed</em>) penyedia informasi kedokteran (jurnal, blog, berita kedokteran, hingga multimedia yang berhubungan dengan kedokteran) dan menyajikannya jadi satu. Namanya juga &#8216;<em>personalized</em>&#8216;, Anda bisa menyesuaikan informasi mana saja yang ingin Anda lihat dengan menyembunyikan umpan dari sumber tertentu. Misalnya Anda tidak ingin mengikuti entri NEJM terbaru, centang saja dan kolom NEJM akan disembunyikan. Mendengar namanya tadinya saya pikir bisa dipersonalisasikan lebih dari itu. Misal: memilih topik-topik, tag, kata kunci atau disiplin ilmu tertentu saja.</p>
<p><span id="more-20"></span>Peralatan sejenis sebenarnya juga sudah pernah dibuat oleh <a href="http://daniiswara.net/">dr. Dani Iswara</a>, menggunakan <a href="http://bloglines.com/public/bloglineskesehatan">bloglines</a>. kelebihan PeRSSonalized Medicine ini justru di kesederhanaannya, dan pengemasannya yang lebih serius menggunakan pemrograman sisi server sendiri.</p>
<p>Perkakas ini cocok untuk para dokter, mahasiswa ataupun jurnalis kesehatan, karena sumber-sumber umpannya benar-benar dipilih dengan cermat sehingga aktualitas dan ketepatannya benar-benar terjamin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huda.medisains.com/2009/02/01/perssonalized-medicine-agregator-informasi-kedokteran-yang-dapat-disesuaikan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tren Social Media 2009 di Dunia Kesehatan</title>
		<link>http://huda.medisains.com/2009/01/04/tren-social-media-2009-di-dunia-kesehatan/</link>
		<comments>http://huda.medisains.com/2009/01/04/tren-social-media-2009-di-dunia-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 19:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[review]]></category>

		<category><![CDATA[health 2.0]]></category>

		<category><![CDATA[medicine 2.0]]></category>

		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huda.medisains.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Selamat tahun baru 2009!
Di awal tahun 2009, Jason Bhan, MD&#8211; co-founder Ozmosis menulis sebuah artikel tentang tren social media di dunia kesehatan. Beliau membaginya dari dua sudut pandang: penyedia layanan kesehatan dan konsumen kesehatan. Ini sekedar saduran ulang dari artikel tersebut dan di akhir artikel  ini saya sedikit membandingkan dengan situasi di Indonesia.
Dari sisi pelaku/penyedia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat tahun baru 2009!</p>
<p>Di awal tahun 2009, Jason Bhan, MD&#8211; co-founder <a href="http://ozmosis.com">Ozmosis</a> menulis sebuah artikel tentang <a href="http://www.ozmosis.com/Social_Media_Trends_for_2009">tren social media di dunia kesehatan</a>. Beliau membaginya dari dua sudut pandang: penyedia layanan kesehatan dan konsumen kesehatan. Ini sekedar saduran ulang dari artikel tersebut dan di akhir artikel  ini saya sedikit membandingkan dengan situasi di Indonesia.</p>
<p><span id="more-15"></span>Dari sisi pelaku/penyedia layanan kesehatan (terutama dokter)</p>
<ol>
<li>Evolusi kolaborasi para dokter</li>
<li>Alat komunikasi instan spt microblog mulai dianggap sebagai sumber daya, bukan pengalih perhatian atau pembuang waktu<em></em></li>
<li>Langkah awal dalam memperbaiki pola interaksi provider/industri</li>
<li>Mobile &#8212; aplikasi ponsel penunjang untuk para dokter banyak digunakan, terlebih lagi ditunjang dengan gadget yang makin mutakhir serta akses <em>mobile broadband</em></li>
</ol>
<p>Dari sisi konsumen</p>
<ol>
<li>Perluasan dan perbaikan layanan kesehatan online yang langsung ke pasien sehingga pasien dipersenjatai dengan banyak informasi ketika ke dokter</li>
<li>Social media dan kedokteran mainstream bersinergi: penelitian ilmiah dari data di situs-situs jejaring?</li>
<li>Aplikasi-aplikasi penunjang hubungan dokter-pasien akan berkembang</li>
<li>Situs pemeringkat dokter-dokter mulai bias</li>
</ol>
<p>Mari kita lihat keadaan di negeri kita</p>
<p>Berbicara mengenai kolaborasi para dokter di dunia maya di Indonesia, media yang sering digunakan ialah mailing list dan bulletin board/forum. Akankah tahun 2009 ini menjadi tahun di mana jejaring sosial profesi mulai aktif digunakan, dan akankah terjadi pergeseran konsenterasi interaksi ke situ? Bagi pembaca yang mempunyai visi, mohon tanggapannya.</p>
<p>Bagaimana dengan pesan instan atau microblog? Masih sangat sedikit dokter yang mengenal <em>microblog</em>. Sepertinya yang satu ini di tahun 2009 masih akan dianggap sebagai &#8216;pengganggu&#8217; bagi kebanyakan dokter. Di Indonesia saat ini terjadi demam <a href="http://plurk.com">plurk</a>. Aktivitas para dokter di Indonesia di sana pun lumayan tinggi namun belum ada pendayagunaan alat tersebut untuk tujuan kedokteran seperti misalnya konsultasi dengan sejawat. Padahal fitur balasan pesan yang membentuk alur diskusi di situ cukup potensial digunakan sebagai wadah diskusi.</p>
<p>Mobile industry di Indonesia tumbuh pesat. Perang tarif <em>unlimited data plan </em>dengan teknologi 3G antar operator merupakan suatu keuntungan tersendiri (walaupun di satu sisi juga akhirnya menurunkan kualitas layanan). Para dokter yang berpendidikan pastilah bukan golongan yang tertinggal dalam hal ini, bahkan cukup antusias. Penerapan aplikasi bergerak memang sangat menguntungkan dan membantu para dokter. Jika Anda tertarik, blog <a href="http://daniiswara.net">dr. Dani Iswara</a> bisa menjadi <a href="http://daniiswara.wordpress.com/?s=mobile">referensi yang cukup lengkap</a> tentang segala hal yang berhubungan dengan <em>mobile gadget</em> &amp; dokter.</p>
<p>Penelitian di situs-situs jejaring kesehatan? Sayangnya belum ada situs jejaring pasien lokal di Indonesia di mana terjadi konsenterasi sampel untuk kasus-kasus spesifik. Penelitian melalui angket-angket yang disebarkan melalui milis dan forum pernah saya jumpai, namun masih seputar penerapan internet dalam dunia kedokteran. Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat saat ini sudah memungkinkan untuk dilakukan.</p>
<p>Praktik polling/review terhadap dokter tertentu oleh pasien saat ini belum diterapkan di Indonesia. Masalahnya cukup kompleks di sini, berkaitan dengan etika, potensi untuk terjadinya pembunuhan karakter, dan sebagainya. Bagi yang sangat paham dengan hal yang cukup sensitif ini, mohon masukannya di kolom komentar. Namun di tahun ini sepertinya akan lebih banyak dokter yang mulai membangun <em>personal branding</em> di dunia maya, dengan berbagai cara seperti lewat blog pribadi atau ikut berpartisipasi dalam forum diskusi/konsultasi umum. Membuat profil di situs jejaring profesi juga sepertinya akan menjadi sebuah alternatif.</p>
<p>Masih ada beberapa hal yang saya tinggalkan saja sebagai pertanyaan :p.</p>
<p>Bagaimana kira-kira pola konsumen kesehatan dalam usaha <em>self-medication </em>dengan informasi dari internet? Mencari secara serampangan lewat mesin pencari? mencari dari jurnal-jurnal ilmiah? bertanya secara langsung di forum diskusi/konsultasi?</p>
<p>Mana yang akan lebih besar terjadi di dunia maya? <em>Transfer of knowledge </em>dari dokter ke konsumen, ataukah <em>transfer of knowledge/experience</em> sesama pasien?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huda.medisains.com/2009/01/04/tren-social-media-2009-di-dunia-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Visualisasi Multimedia di dalam Jurnal Ilmiah</title>
		<link>http://huda.medisains.com/2008/12/05/visualisasi-multimedia-di-dalam-jurnal-ilmiah/</link>
		<comments>http://huda.medisains.com/2008/12/05/visualisasi-multimedia-di-dalam-jurnal-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 08:47:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<category><![CDATA[eksperimen]]></category>

		<category><![CDATA[jove]]></category>

		<category><![CDATA[multimedia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huda.medisains.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan lalu pubmed secara resmi mengindeks JoVe, Journal of Visualized Experiment&#8211;sebuah jurnal jenis baru yang mengedepankan visualisasi eksperimen menggunakan audio visual. Ini merupakan titik tolak atau era baru di mana dunia ilmiah menerima jenis komunikasi yang tidak konvensional dalam mempublikasikan karya-karya penelitian.

Ketika sebuah jurnal ilmiah bermigrasi dari versi cetak ke versi daring (online) ataupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jove.com"><img class="alignleft size-medium wp-image-11" src="http://huda.medisains.com/files/2008/12/jove_logo.jpg" alt="" width="176" height="104" /></a>Beberapa bulan lalu <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/entrez/">pubmed</a> secara resmi mengindeks <a href="http://jove.com">JoVe</a>, Journal of Visualized Experiment&#8211;sebuah jurnal jenis baru yang mengedepankan visualisasi eksperimen menggunakan audio visual. Ini merupakan titik tolak atau era baru di mana dunia ilmiah menerima jenis komunikasi yang tidak konvensional dalam mempublikasikan karya-karya penelitian.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-12" src="http://huda.medisains.com/files/2008/12/jove_video-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Ketika sebuah jurnal ilmiah bermigrasi dari versi cetak ke versi daring (<em>online</em>) ataupun sekedar menambah ketersediaannya di web, ia memperoleh satu kekuatan yakni kemudahan akses terhadap pembaca. Namun keuntungan lainnya yang tidak disadari oleh semua jurnal ialah kemampuan untuk menembus batas-batas yang selama ini dirasakan oleh media cetak. Beberapa jurnal besar menambahkan konten-konten multimedia khusus di versi daringnya (video, podcast, berkas power point). Namun sebagian jurnal masih hanya menyalin seluruh teks &amp; gambar ke dalam halaman web.</p>
<p>Dengan adanya JoVe ini diharapkan lebih banyak para ilmuwan yang terdorong untuk menciptakan karya-karya ilmiah disertai dengan multimedia. Mudah-mudahan juga jurnal-jurnal lain juga segera merambah media ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huda.medisains.com/2008/12/05/visualisasi-multimedia-di-dalam-jurnal-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Google Flu Trends&#8211;Purwarupa Alat Deteksi Dini Terhadap Wabah Penyakit</title>
		<link>http://huda.medisains.com/2008/11/15/google-flu-trends/</link>
		<comments>http://huda.medisains.com/2008/11/15/google-flu-trends/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 10:14:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://huda.medisains.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Di masa kampanye pemilu Amerika Serikat yang lalu, Google memposisikan dirinya di lini depan sebagai penyaji data prakiraan hasil pemilu dengan menggunakan data statistik pencarian mereka sendiri. Hal ini berangkat dari ide bahwa semakin banyak kueri pencarian yang berkaitan dengan salah satu kandidat, berarti semakin besar juga orang yang akan memilih kandidat tersebut dalam pemilu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://huda.medisains.com/files/2008/11/flutrends_03.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-7" src="http://huda.medisains.com/files/2008/11/flutrends_03-266x300.png" alt="" width="266" height="300" /></a>Di masa kampanye pemilu Amerika Serikat yang lalu, Google memposisikan dirinya di lini depan sebagai penyaji data prakiraan hasil pemilu dengan menggunakan data statistik pencarian mereka sendiri. Hal ini berangkat dari ide bahwa semakin banyak kueri pencarian yang berkaitan dengan salah satu kandidat, berarti semakin besar juga orang yang akan memilih kandidat tersebut dalam pemilu. Kini setelah pemilu telah usai, Google kembali menghadirkan model yang serupa, kali ini berkaitan flu, <a href="http://www.google.org/flutrends/">Google Flu Trends</a>.</p>
<p>Tim Google menemukan bahwa kueri pencarian tertentu menjadi sangat populer pada waktu musim flu setiap tahunnya. Mereka membandingkan data pencarian ini dengan data yang dikumpulkan oleh CDC (<em>Centers for Disease Control and Prevention</em>) Amerika dan menemukan hubungan yang sangat erat antara frekuensi pencarian dengan jumlah orang yang mengalami penyakit seperti flu (<em>flu like illness</em>) setiap minggunya. Dengan begitu, jika kita mengetahui berapa jumlah pencarian yang berkaitan dengan flu, kita bisa menggunakan data tersebut untuk memperkirakan jumlah orang yang terserang flu.</p>
<p>Ini penemuan yang sangat menakjubkan di bidang epidemiologi. Bahkan, data pencarian seperti itu bisa didapatkan dua minggu lebih cepat dari data <em>surveilance </em>CDC. Hal ini berarti, model seperti ini dapat digunakan sebagai alat deteksi dini terhadap wabah penyakit. Deteksi dini terhadap wabah suatu penyakit dapat mengurangi jumlah orang yang terjangkit penyakit tersebut. Tentu saja hal tersebut dapat menekan kerugian yang ditimbulkan akibat biaya pengobatan serta produktifitas yang menurun karena penyakit.</p>
<p><span id="more-5"></span>Model deteksi dini seperti ini tentunya sangat bergantung terhadap hal-hal sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Tersedianya data <em>geolocation</em> yang lengkap sehingga data alamat IP pencari dapat dikelompokkan dengan tepat berdasarkan lokasi tempat ia berada</li>
<li>Jenis penyakit adalah yang umum diketahui oleh masyarakat sehingga masyarakat cenderung mudah terpancing melakukan pencarian dengan kata-kata tertentu</li>
<li>Jumlah pengguna internet yang cukup besar dan merata di segala penjuru negeri. Harus ada pengkajian terlebih dahulu berapa ambang batas yang tepat agar data pencarian tersebut bisa bermanfaat</li>
</ol>
<p>Agar model tersebut laik pakai, tentunya juga harus dilakukan perbandingan terlebih dahulu dengan data prevalensi yang sebenarnya dari pihak berwenang. Seperti contoh di atas, data frekuensi pencarian dicocokkan dengan data surveilance dari CDC untuk diamati kemiripan polanya.</p>
<p>Syarat-syarat di atas sepertinya sudah dipenuhi oleh negara Amerika Serikat. Bagaimana dengan negara Indonesia? Iseng-iseng saya melakukan pencarian dengan kueri &#8220;flu&#8221; dalam Google Trends dan memilih negara Indonesia. Hasil dapat dilihat langsung <a href="http://google.com/trends?q=flu&amp;geo=idn&amp;sa=N">di sini</a>. Hasil dapat bervariasi tergantung dari waktu. Namun pada saat saya menulis artikel ini, yang saya dapatkan ialah grafik sejak tahun 2004 hingga 2008, dengan berbagai lonjakan frekuensi di periode saat hebohnya berita tentang flu burung. Di hasil Google Trends tersebut terdapat juga volume pencarian di berbagai propinsi, dari yang tertinggi ke yang terendah ialah:</p>
<ol>
<li>Jawa Tengah</li>
<li>DIY</li>
<li>Bali</li>
<li>Jawa Barat</li>
<li>Jawa Timur</li>
<li>Sumatera Utara</li>
<li>Jakarta Raya</li>
</ol>
<p>Namun saya tidak dapat melihat grafik setiap propinsi karena volume nya yang di bawah ambang. Dan tidak ditampilkan data di propinsi lain. Sepertinya masih ada kendala di sisi data <em>geolocation.</em> Atau Google yang tidak menampilkan keseluruhan data?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huda.medisains.com/2008/11/15/google-flu-trends/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Halo Dunia!</title>
		<link>http://huda.medisains.com/2008/11/14/hello-world/</link>
		<comments>http://huda.medisains.com/2008/11/14/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 01:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Setelah hiatus sekian lama di blog utama saya, saya meluncurkan satu blog lagi, bersamaan dengan uji coba layanan bloghost di MediSains.com, yang rencananya akan saya jadikan tempat menginangkan blog-blog kedokteran bagi komunitas kedokteran di Indonesia serta sebuah jejaring sosial kedokteran.
Selain itu, alasan saya untuk membuat blog baru ini ialah untuk mempersempit topik pembicaraan di blog [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah hiatus sekian lama di <a href="http://hudatoriq.web.id">blog utama saya</a>, saya meluncurkan satu blog lagi, bersamaan dengan uji coba layanan bloghost di MediSains.com, yang rencananya akan saya jadikan tempat menginangkan blog-blog kedokteran bagi komunitas kedokteran di Indonesia serta sebuah jejaring sosial kedokteran.</p>
<p>Selain itu, alasan saya untuk membuat blog baru ini ialah untuk mempersempit topik pembicaraan di blog saya. Sangat menarik memang untuk menulis semua hal yang kita gemari. Namun tidak semua pengunjung menyukai <strong>semua bidang</strong> yang kita tulis. Menyandingkan artikel-artikel tentang pengembangan web dengan<br />
kedokteran dan guratan-guratan pribadi ternyata bukan ide yang baik.</p>
<p>Insya Allah blog ini akan menjadi <em>niche specific blog</em>. Masih akan saya masukkan topik-topik tentang web &amp; teknologi, namun akan lebih saya fokuskan dengan yang berhubungan dengan kedokteran, kesehatan, medicine 2.0, dan sebagainya.</p>
<p>Sampai jumpa di tulisan saya yang berikutnya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://huda.medisains.com/2008/11/14/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
